Minggu, 10 Januari 2010

N70

ga bisa aku. sehari aja tanpa posting. hidup rasanya sepi banget. apalagi setelah dia meninggalkan aku. Ya Allah, aku nggak tahu apa aku bisa bertahan tanpa dia. 2 hari aja. itupun masih belum pasti. Kenapa aku harus merasakan sesuatu seperti ini ya Allah. aku sangat mencintainya, tapi salahku juga terlalu memaksakan kehendak. aku coba tabah. tapi, detik demi detik, semakin aku sadari, bahwa aku sendiri tanpa dirinya disisiku, semakin aku mengerti betapa hampanya diriku melawan terjangan gravitasi bumi ini. maka dari itu. aku berjanji, sayang, sekembalinya kau dari counter. aku akan etia menunggumu, walaupun kau loading sangat lama, itu juga karena aku memasukkan terlalu banyak data ke memori mu. aku akan sangat setia. N70, hang on there....


zzzzzzzzzzz...... besok uda mulei lagi rutinitas paling membosankan dalam kamus besar ala wanita pecinta bola bekel. hari ini, bolehkan saya absen tugas.

Sosiologi, baru jadi separo...........

Sejarah, amat sangat belum dilirik........

Kimia, bolehlah...

B. Indonesia, lumayan siap...

seni budaya, tinggal copas... (dari komputer ke layar sentuh [a.k.a kertas])

apa maning yak?? uda kayanya. but I'm sure there's still too much work i've gotta submit in a week.

bzzzt... aku kesini buat refreshing. and i'm here to tell you kampre,
somebody asked me, "eh, udah punya first love belum??"
Oh, Man.... what the hell is it in your head. I'm too young and early to find that thing.
the others asked me this, "am I your true love?"
Hwahahahahaha..... LOL!!! whatta hell are they thinkin'??
I think I'll never gonna find it out. but I'm sure if I had a chance to find it. i'll treat him like my N70. well, actually, i think the way i treat N70, just like I treat my 'really' boyfriend. not joking. I swear. I don't know why. but he's better than boys around me. V.

hey, mw dengar cerita yang ironic?? ada seorang gadis, punya ade laki. dia frustasi ngadepin ulah adenya. saat dia curhat, banyak yang nasi masukan, "Sabar, dia kan masi anak kecil" dia merasa tida adil. kenapa tida ada yang merasakan bahwa dia juga masi terlalu anak kecil yang belum mampu menguasai perasaannya saat berhadapan dengan ade ingusannya. dia makin frustasi, sekarang dia tahu, tak ada gunanya curhat tentang itu. jadi, dia tetap terbenam dalam kefrustasiannya. dia coba mengabaikan perasaan itu. tapi semakin ia hindari, dan abaikan, ulah bocah ingusan itu makin menjadi. akhirnya dia mencari pengalih perhatian yang lain. dia mulai mencicipi rokok. sekali mencoba dia seperti orang yang sudah sangat ahli. tanpa terbatuk-batuk dan efek samping lain yang biasa dirasakan oleh orang yang baru pertama mencicipi rokok.

lama sudah ia merokok, ia merokok hanya jika sedang stress. akhirnya ia ketahuan juga. orang tuanya memarahi dan bertanya, kenapa dia sampai melakukan hal itu. dia malas menjawab. dia berpikir. tak ada gunanya bila ia menjawab bahwa frustasinya itu disebabkan oleh adenya. mereka akan berpikir itu suatu hal yang konyol untuk dijadikan sebuah alasan. jadi, dia menjawab. kalo dia hanya baru sekali itu merokok dan hanya mencoba-coba. keesokan paginya. gadis itu meninggal dunia.
*************************************************************************************

A closing sentence before I close this conversation with myself

I'm all alone without you beside me, N70. Hurry come back.

(there's 2 sentences, isn't it?)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar